Minggu, 28 Agustus 2011 |

panggung krapyak

panggung krapyak merupakan sebuah bangunan cagar budaya yang dibangun pada masa kepemimpinan sultan hamengkubuwana I, yang bertahta pada tanggal 13 february 1755 hingga 1792. situs ini pada jaman dahulu digunakan sebagai benteng pertahanan dan juga ada beberapa sumber yang menyebutkan pada jaman dahulu panggung krapyak ini digunakan sebagai tempat berburu hewan seperti kijang dan rusa.

situs ini sekitar tahun 2008/9an telah dipugar. akibat gempa tahun 2006 banyak bangunan di situs ini yang hancur. Panggung Krapyak terdiri atas dua lantai. Kedua lantai tersebut dihubungkan dengan tangga yang terbuat dari kayu (bagian tangga kayu telah hilang).

panggung krapyak

Raden Mas Jolang yang bergelar Prabu Hanyokrowati, raja kedua Kerajaan Mataram Islam dan putra Panembahan Senopati, adalah salah satu raja yang memanfaatkan Hutan Krapyak sebagai tempat berburu. Pada tahun 1613, beliau mengalami kecelakaan dalam perburuan dan akhirnya meninggal di sini. Beliau dimakamkan di Kotagede dan diberi gelar Panembahan Seda Krapyak (berarti raja yang meninggal di Hutan Krapyak). Raja lain yang gemar berburu di Hutan Krapyak adalah Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I). Beliau-lah yang mendirikan Panggung Krapyak lebih dari 140 tahun setelah wafatnya Prabu Hanyokrowati di hutan ini.


bagian dalam pangung krapyak

situs ini berada di selatan pelengkung gading dan alun-alun selatan. situs ini kini telah dijadikan sebagai obyek wisata yang keberadaannya telah dilindungi oleh negara.

sumber data : yogyes.com


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

0 komentar:

Poskan Komentar

bangs yang bijak adalah bangsa yang hebat mengkritik dan mengapresiasi... mari di komentar?