Tampilkan postingan dengan label Boyolali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boyolali. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Juli 2013 |

Situs Jelok

Situs Jelok berada di Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Situs ini lebih akrab dimata masyarakat dengan sebutan gunung pulutan atau Pesanggrahan Siti Maryam. menengok dari bentuk situs purbakala dan benda cagar budaya yang ada disitus ini, bisa dipastikkan ini adalah situs masa klasik, yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke 9.

pintu masuk situs Jelok

Siti Maryam sendiri adalah salah satu tokoh yang pernah hidup di likungan pesanggrahan ini, did alam situs itu setidaknya beberapa artefak BCB masih bisa diketemui. salah satunya ialah arca nandi, dengan kondisi bagian kepalanya kini telah menghilang.


Arca Nandi Situs jelok

 selain arca nandi, ternyata yang unik ialah hampir semua arca dan batu yang dianggap kramat disitus ini dikerudungi sebuah kain berwarna hijau. terkait warna hijau yang digunakan oleh warga sekitar untuk membungkus batu-batu tersebut, belum diketahui kepastiannya.

di luar bangunan pesanggrahan, terdapat setidaknya bangunan enam buah batu berjejer yang dikrudungi, ternyata isi dari keenam batu tersebut ialah beberapa lingga yang dibedirikan secara terbalik. warga sekitar berucap bahwa batu tersebut memang sudah sejak puluhan tahun lalu dalm kondisi seperti itu, dan sejak jaman dahulu pula posisi dan bentuk linga-lingga tersebut tidak berubah.

 Lingga Situs jelok

Di dalam kuncup pesanggrahan berukuran 4x5 tersebut terdapat beberapa bangunan arca yang kondisinya tetap sama dengan batu-batu lainnya. yakni, dalam posisi tertutup kerudung berwarna hijau. ada lima bangunan yang tertutupi klambu tersebut, salah satunya ialah berupa lingga besar yang dibedirikan secara terbalik, dua arca tidak diketahui bentuknya, satu arca baru berbentuk prempuan setengah badan (kemungkinan perwujudan Siti Maryam), satu bngunan besar, yang dilihat dari bentuknya seperti banugnan umpak ataupun yoni.

Arca Situs jelok di dalam Pesanggrahan

Dilihat dari posisi situs ini berada, besar kemungkinan situs ini masih memiliki keterkaitan dengan situs-situs bercirikahaskan agama hindu kuno yang ada di kecamatan Cepogo dan Musuk. mulai dari  Candi Lawang, Situs candi Sari, Situs Cabean Kunti, Situs Sumur Songo, Situs Napak Boto, Situs Jambersari hingga Situs Musuk




NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Situs Musuk

Keberadaannya Situs Musuk masih satu kompleks dengan situs Jambersari, yang tata letaknya tidak terlalu berjauhan. di situs yang berlokasi di Jalan Pemuda Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah ini, tergeletak beberapa benda cagar budaya.

BCB yang ada di Situs inipun hanya tinggal menyisakan, beberapa komponen bangunan candi, yang diperkirakan sudah terbangun sejak abad ke 9 lalu. situs ini tepat berada di belakang SMP 1 Musuk, yang tepatnya berada di tengah perkebunan warga.

 Nyariwatu mencari watu

Didalam area situs ini berada, kini masih bisa ditemukkan beberapa komponen bangunan candi. mulai dari batu penyusun, antefik, lingga semu hingga sebuah Yoni. melihat dari keberadaan Yoni tersebut, bisa dipastikkan situs ini adalah bangunan yang dibangun sebagai peribadatan umat Hindu pada jaman dulu.

Yoni yang berada di situs inipun bentuknya masih bisa dikenali, sayang lingga yang biasa berdampingan dengan perlambangan Siwa ini kini telah hilang. selain itu, cerat yoni tersebut telah patah, besar kemungkinan ada seseorang pada dahulu kala yang sudah merusakknya.

 Yoni Situs Musuk

Lingga Semu Situs Musuk

komponen situs Musuk

Tidak banyak literatur yang menceritaakan lebih jelas soal asal muasal situs ini, kapan dibangun pastinya, ataupun seperti apa bentuk asli ini ketika dulu masih berdiri kokoh. dari mulut warga sekitarpun, terceletuk sebuah penjelasan pasti bahwa ternyata beberap arca disitus ini, kini diamankan di penampungan arca  Kridanggo. termasuk beberapa arca dan batu batu berlerif dari situs ini, situs jambersari dan juga Situs Candi Musuk.
     Komponen candi situs Musuk    
                                           
Menengok dari letaknya, besar kemungkinan situs candi yang ada di Situs Kota Musuk, masih memiliki keterkaitan dnegan situs-situs disekitarnya. seperti situs-situs di Kecamatan Cepogo. seperti Candi Lawang, Situs candi Sari, Situs Cabean Kunti, Situs Sumur Songo, Situs Napak Noto hingga Situs Jelok.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

Situs Jambersari

Keberadaan bangunan purbakala di lingkungan masyarakat, ternyata cukup rawan hilang ataupun terkena perusakan oleh beberapa pihak tak bertanggungjawab. Salah satu contohnya ialah benda purbakala yang berada di Kecamatan Musuk, Boyolali. Setidaknya di Kota Musuk terdapat tiga titik penyebaran situs purbakala masa klasik. Kebanyakan kini kondinya hanya menyisakan komponen kecil dari sebuah bangunan candi.

Dihalaman rumah warga di Dusun Jambersari, Desa Musuk, terdapat peninggalan purbakala berupa sebuah Yoni tanpa Lingga. Yoni yang merupakan media peribadatan umat Hindu jaman dahulu ini diperkirakan dibangun pada abad ke 9.

 Yoni Situs Jambersari Musuk

”Batu ini sudah ada sejak 30 tahun lalu, dulu ada dibelakang rumah saya. Dulu banyak sekali yang bentuknya seperti ini, tapi sekarang sudah habis. Batu-batu itu kebanyakan diremukan untuk dijadikkan bahan bangun bikin rumah. Kalau reco (Arca) yang bagus-bagus, semuanya sudah dibawa ke Kridanggo (Lokasi penampungan arca) di Kota sana,” tutur Muhamad Salim kepada Radar Solo Jawapos group, yang juga sebagai pemilik lahan, tempat Yoni tersebut berada.

Salim-pun mengaku bahwa 20-30 tahun lalu, di lokasi belakang rumahnya banyak sekali terdapat batu dari bangunan candi dan juga arca yang bergletakan.

”Dulu banyak patungnya (arca,red). Ada yang berbentuk perempuan (kemungkinan Durga), sapi (dipastikkan berupa arca Nandi) dan orang besar bawa pentungan trus matanya melotot marah (kemungkinan Dwarapala). Tapi kini sudah dibawa ke kota semua untuk diamankan, sisanya hanya batu-batu besar yang sudah dihancurkan buah bahan baku rumah,” terangnya.

Pak Salim dengan Yoni Situs Jambersari Musuk

Komponen bangunan candi yang tersisa di wilayahnyapun kini hanya sebagian kecilnya saja. Salimpun mengaku bahwa ada pernah sesorang yang hendak membeli batu tersebut dengan harga Rp 100 Juta. Namun karena takut kualat, dia dan warga sekitar tidak mau menjualnya.

”Aku yo gumun, batu koyo ngene ko' arep di tuku,” ungkapnya terheran-heran. Selain Yoni yang berada di Dusun Jambersari. Sebenarnya desa Musuk masih memiliki satu buah yoni lagi. Yoni kedua berjarak sekitar 300an meter dari lokasi situs pertama berada. Yakni tepat di belakang SMP 1 Musuk di jl pemuda.

Dari pemantauan Radar Solo di lokasi situs ini berada, ternyata masih bisa ditemukan beberapa komponen bangunan candi di situs ini. Mulai dari antefik, lingga semu hingga sebuah Yoni dengan ceratnya yang telah patah. Melihat dari lokasi situs ini berada, besar kemungkinan situs ini masih sejaman dengan beberapa situs masa klasik yang ada di daerah Cepogo. Mulai dari situ candi Lawang, candi Sari sampai situs Jelok. (Nikko Auglandy, Radar Solo Jawa Pos-2/7/2013)

 Repro berita soal situsjambersari di koran Radar Solo Jawapos (2/7/2013)


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentus aja akan punah dikikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 05 Juni 2012 |

Situs Arca Gajah Putih

Situs Gajah Putih yang terletak di Desa Cepokosawit Kecamatan Sawit, Boyolali saat ini kondisinya semakin memprihatinkan. arca berada dikedalaman 2 meter dibawah tanah, namun saat ini keberadaannya sudah lebih baik dari pertama kali ditemukan. kerena saat ini sudah dibangun sebuah bangunan permanen.

 lokasi situs arca gajah

arca situs gajah putih

ada beberapa pendapat yang menyebutkan bahwa arca ini merupakan Situs peninggalan kerajaan Pengging Purwo. warga sekitar sendiri hingga kini masih mengkramatkan lokasi situs ini. arca di situs ini berbentuk gajah normal dan bukan sebagai perlambangan gajah yang banyak ditemukan di beberapa situs purbakala. kurang jelas pernggambaran apa arca tersebut.

watu dakon


di sekitar situs terdapat 1 buah batu umpak dan juga sebuah batu dengan ukiran lubang kecil-kecil berjajar yang sering disebut dengan nam awatu dakon.



NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang saat ini masih tersisa. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman.


selamat kelayapan...
salam budaya, salam nyariwatu selalu.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 17 November 2011 |

Candi Sari Cepogo








NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 14 November 2011 |

situs cabean kunti







NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

candi lawang

candi lawang berada di Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. situs ini berada tepat dibelakang rumah warga dan dalam keadaan setengah bagian candi induk masih tersisa.

candi lawang

candi lawang merupakan sebuah kompleks candi bangunan yang di gunakan umat hindu kala itu sebagai medi aperibadatannya. hal tersebut terlihat dari terdapatnya sebuah bangunan yoni dan arca Dura Mahisasuramardini. makna lawang pada candi ini ialah dikarenakan bagain atas candi induk yang kini masih tersisa ialah bagian pintu masuk sedangkan dinding atas hingga atap candi kini tidak tersisa lagi.


yoni candi lawang

candi di kompleks candi lawang terdapat 6 bagunan yang terdiri dari 1 bangunan candi induk, 2 bangunan candi perwara di kanan dan di kiri candi induk dan juga 3 buah bangunan candi perwara yang terdapat pada 1 batur dan terdapat tepat di depan candi induk. keadaan candi perwara hampir semuanya telah bubrah (hancur) dan hanya meyisakan bagian pondasinya saja.

candi perwara


di sekitar reruntuhan bangunan candi juga banyak ditemui komponen bangunan lainnya antara laian: antefik, puncak ratna, antefik, komponen relief hingga lapik arca. candi ini sendiri diprediksikan dibuat sekitar abad ke-9, sejaman dengan candi-candi yang dibuat di sekitar gunung merapi baik di kawasan kota boyolali, magelang, jogja ataupun klaten.

lapik arca

di sekitar cepogo sebenarnya masih banyak situs-situs sejarah yang keberadaannya kurang diketahui secara luas. situs-situs marjnal tersebut anatara laian ialah: candi sari, situs tapak noto, situs cabean kunti dan situs sumur songo.

semoga untuk kedepannya rekonstruksi untuk candi ini bisa dilaksanakan, agar Kota Boyolali bisa bangga memiliki bangunan candi yang utuh. dan diharapkan untuk kedepannya bisa jadi aset untuk mendatangkan para pengunjung yang lebih banyak .


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 11 November 2011 |

situs napak noto

situs tapak noto berada di Dusun Sendangrejo, Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. situs ini berada di areal yang singup (angker). kondisi lingkungan yang sepi membuat lokasi ini terkesan angker.

selo tapan noto shinta

situs ini lokasinya berdekatan dengan candi lawang. kemungkinana jaraknya kurang dari 10 KM. kurang bisa dipastikan situs ini sejaman dengan candi lawang ataumalah lebih muda dari candi lawang.
cap kaki

menurut dari beebrapa sumber Situs Tapak Sang Noto merupakan peninggalan Kasunanan Surakarta, situs ini merupakan bekas telapak kaki yang tercetak pada dua buah batu. Tapak kaki kanan dikenal dengan bekas tapak Sang Hyang Noto Wisnu, sedangkan pada batu lainnya terlihat bekas kaki kiri yang dikenang sebagai Betari Noto Shinta (kemungkinan yang dimaksud adalah permaisuri PB X).


selo tapak noto wishnu

2 buah batu situs ini berada pada 2 buah bagar yang jarak antara keduanya kurang dari 20 meter. kondisi situs ini juga masih di keramatkan dilihat dari masih banyaknya bekas dupa dan sisa kemenyan.

arca kecil

di antara 2 buah situs batu bercap kaki ini terdapat sebuah arca kecil yang kurang jelas, arca tersebut sejaman dengan keberadaan batu situs napaknoto atau malah hanya buatan baru. arca tersebut juga belum bisa dipastikan arca belum jadi (unfinished) atau kondisinya telah aus


# terima kasih untuk wisnu bol brutu untuk informasinya.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO