Tampilkan postingan dengan label gunung kidul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung kidul. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 September 2011 |

situs gua purba sokoliman

sokoliman pada jaman dahulu sudah digunakan oleh manusia purba, hal tersebut di dasari dengan banyaknya temuan di reruntuhan candi, arca megalitik, kubur batu, gua purba, menhir, dolmen dan beberapa tembikar taracota. situs purbakala yang ada di situs ini antara lain ialah : situs sokoliman, situs sumur gede, menhir gede sokoliman dan masih banyak lagi.
gua purba sokoliman

gua purba sokoliman

sokoliman kaya akan banyak peninggaln prasejarahnya, salah satu tinggalannya ialah beberapa gua purba yang pada jaman dahulu di gunakan sebagai te,pat berteduk manusia purba. walaupun hanya tumpukan/pahatan batu. situs tersebut perlu dijaga keberadaannya.

sokoliman sendiri merupakan sebuah dusun di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. dimana pada jaman dahulu merupakan tempat permukiman manusia purba di jaman megalitikum dan jaman-jaman setelahnya.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 13 Juni 2011 |

Candi Gembirowati

Situs Candi Gembirowati berada di Dusun Watugajah, Desa Girijati, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta. dan berada di sebuah bukit di pesisir pantai parangtritis .Situs ini diduga oleh masyarakat sekitar sebagai reruntuhan candi, namun sebenarnya ini adalah sebuah pesanggrahan yang dibangun pada jaman Mataram Islam. jadi situs ini dibangun bukan pada masa hindu budha, melainkan masa islam.

candi gembirowati

Berdasarkan cerita rakyat setempat, situs Gembirowati merupakan tempat tinggal Jogobiro yang mempunyai saudara bernama Bambang Sumantri. Jogobiro mempunyai keadaan fisik menyerupai raksasa sedangkan Bambang Sumantri mempunyai keadaan fisik sebagai kesatria. Karena Jogobiro iri terhadap keadaan fisik saudaranya, maka terjadilah peperangan di tempat tersebut.

Cerita lainnya adalah Dewi Citrowati yang menikah dengan kakak kandungnya karena mereka berpisah sejak kecil. Sang kakak yang bernama Sri Dipo Kusumo adalah seorang pertapa yang terpesona saat melihat kecantikan Dewi Citrowati. Hubungan perkawinan satu darah tersebut ternyata diketahui oleh orangtua mereka, sehingga mereka diasingkan di daerah pesisir selatan Pulau Jawa. Putri yang dibuang oleh ayahnya ini kemudian mendirikan pesanggrahan di Gembirowati. Anak dari hasil perkawinan tersebut setelah dewasa mendirikan istana dan menjadi penguasa di Bukit Boko.

Namun selain itu, masih ada juga persepsi lain yang menceritakan bahwa situs ini candi yang dibangun oleh pengeran parangkusumo untuk membuat sebuah padepokan Pangeran dipokusuma. dia mempunyai seorang anak gadis yang telah lama hilang. Beliau mempunyai beberapa anak buah, namun satu di antara anak buahnya itu terdapat gadis yang sangat cantik, yaitu Daruwati. Tanpa di sadari Pangeran Dipokusuma jatuh hati kepada Daruwati. Mereka saling mencintai sampai akhirnya Daruwati hamil. 

Pangeran Dipokusuma lalu ingin menikahi Daruwati, akan tetapi tiba tiba terdengar berita bahwa Daruwati adalah anaknya yang telah lama hilang. Beliau sangat kaget dan merasa sangat malu terhadap apa yang telah di lakukannya. Akhirnya beliau pergi jauh meninggalkan Daruwati. Daruwati pun tak tahu kemana perginya Pangeran Dipokusuma. Beberapa bulan kemudian ada berita yang mengabarkan bahwa Pangeran Dipokusuma meninggal karena bunuh diri. Karena itulah candi ini belum terbentuk seluruhnya dan baru terbangun dua tingkat candi di atas bukit mata air dan di atas pohon- pohon besar. (sumber: gembirowati blogspot)

puncak candi yang kini sering dijadikan sebagai tempat menempatan sesaji

Dibagian atas candi berbentuk sebuah batu tumpuk yang biasa di gunakan oleh beberapa orang untuk menaru bunga-bunga sesaji. dan yang unik dari candi ini ialah candi ini dipercaya sebagai candi untuk menyembah nyiroro kidul. persepsi tersebut di kaitkan dengan arah candi yang menuju ke selatan.

ukiran di dinding badan candi

namun, dalam catatan sejarah yang ada. situs Gembirowati adalah salah satu tempat yang digunakan sebagai pesanggrahan oleh Sultan Hamengkubuwono II. dimana kala itu Sultan Hamengkubuwono II telah memerintah selama tiga periode pada kurun waktu 1792-1828 M. Pembangunan fisik yang dilakukan oleh Sultan Hamengkubuwono II, hampir semuanya berada di luar kraton berupa pesanggrahan. Rujukan atas keberadaan tempat ini adalah Serat Rerenggan Kraton, yang menyebutkan pesanggrahan hasil seni bangun karya Sultan Hamengkubuwono II berjumlah tiga belas buah, namun yang masih dapat dilacak keberadaan fisiknya tinggal empat buah, yaitu Pesanggrahan Ngarjokusumo, Wonocatur, Purwokusumo, dan Jowinangun.

Situs gembirowati yang berada di bukit di pesisir pantai parangtritis

Situs Gembirowati pernah dikunjungi oleh ahli purbakala berkebangsaan Belanda pada tahun 1902. F.D.K Bosch menyatakan bahwa dari arsitektur bangunan, bentuk pilar, dan hiasan yang ada diperkirakan peninggalan ini dibangun sekitar abad ke-16. Pernyataan Bosch tersebut ditulis dalam OV atau Oudheidkundige Verslag (yaitu laporan arkeologi Pemerintah Hindia Belanda) pada tahun 1925.

Penelitian selanjutnya diadakan pada tahun 1982 berupa studi pengumpulan data situs dan tahun 1984/1985 melalui studi kelayakan oleh Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) DIY. Kegiatan studi pengumpulan data disertai pula wawancara dengan sumber-sumber yang diperkirakan mengetahui riwayat keberadaan situs tersebut. Kegiatan pengumpulan data dan studi kelayakan dilanjutkan dengan penggalian pemugaran yang dilaksanakan oleh kantor SPSP DIY pada tahun 1991 dan Kantor SPSP DIY bekerjasama dengan Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada pada tahun 1992. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan, SPSP DIY tahun 1992 dilakukan pemugaran situs tersebut.

foto situs gembirowati tahun 1925

Medan untuk menuju situs candi ini cukup susah dijalani, sebab jalan pada ruas menuju bukit tempat dimana candi ini berada jalannanya terbut dari batu cadas belum lagi terdapat tanah-tanah basah dan becek yang membuat warga dan pengunjung yang hendang mengunjungi situs candi ini perlu berhati-hati untuk bisa sampai di situs candi ini.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 01 Februari 2011 |

situs sokoliman

situs sokoliman merupakan situs megalitikum yang ada diwilayah gunung kidul dan hampir sama dengan situs-situs megalitikum sejenisnya, seperti situs gunung bang, gondang, bleberan krajan ataupun wonobuda. situs megalitikum biasanya berisi batu batu lonjong, bulat, gepeng dan segalanya yang mememiliki kategori seperti sebuah bangunan menhir dan juga kubur batu.

kubur batu


situs sokoliman berada di dusun sokoliman, bejiharjo, karangmojo, gunung kidul, DIY. dan situs megalitikumnya sendiri berada di sebuah lahan areal pertanian warga. situs ini sendiri berisi 4 buah kubur batu dan juga beberapa kelompok batu- batu yang disusun disekitaran situs yang berisi batu balok dan juga beberapa menhir.

kubur batu

situs sokoliman sendiri pertama kali diteliti oleh JL. moens yang melakukan penelitian pada tahun 1934 yang beberapa tahun kemudian van der hoop juga meneliti situs tersebut. baru pada tahun 1980an pihak BP3 meneliti dan mengumpulkan situs-situs megalitikum yang tercecer di sekitaran dusun sokoliman.

batu batu megalitikum yang berhasil dikumpulkan disekitaran situs

di dusun sokoliman ini juga pernah diketemukan beberapa gerabah, batu batu perunggu dan juga sebuah gagang pedang yang menggunakan tangan kiri yang dibagian kepala pedangnya menggunakan sebuah rajutan yang begitu kasar.

menhir

cerita yang merebak didusun ini bahwa nama sokoliman berasal dari cerita tentang keberadaan beberapa batu besar (kemungkinan bangunan menhir) yang berjumlah 5 buah yang berada di sekitaran dusun tersebut.

situs sokoliman sendiri jaraknya tidak jauh dengan situs gondang dan juga situs gunung bang. yang sama-sama situs masa megalitikum.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 30 Desember 2010 |

situs lumpang jaka tarub

situs lumpang jaka tarub adalam beberapa batu prasejarah yang terbuat dari batu putih yang berada di dusun giring, desa sodo, paliyan, gunung kidul DIY. atau sekitar 50 kilometeran dari pusat jogja.

sisa situs lumpang jaka tarub

masyarakat sekitar sendiri mempercayai bahwa batu-batu kuno tersebut merupakan bekas petilasan jaka tarub. dan yang tersisa dari situs jaka tarub tersebut ialah berupa lumpang yang terbuat dari batu putih berukuran panjang 155 cm, lebar 78 cm, tinggi 30 cm. dan juga terdapat sebuah batu bulat yang seperti sebuah umpak / tiang kayu/ lumbang bulat, dan batu yang hanya menyisakan sebagian bentuknya saja.

masih sering digunakan sebagai tempat berdoa


lumpang


seperti sebuah cerat yoni



namun ada beberapa literatur yang memprediksikan bahwa lumpang yang dimaksud warga sekitar tersebut ualah sebuah yoni dengan 3 lingga. sebab ditemukan seperti sebuah bentuk cerat dan 3 bolongan di dalam lumpang tersebut. walaupun 3 lubang tersebut ta tersusun sejajar.
namun pemikiran tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.

misteri dari bentuk sebenarnya lumpang2 tersebut

bahkan ada sebuah sumber yang menyebutkan lumpang2 tersebut seperti sebuah sarkofakus/ tempat penyimpenan mayat leluhur.

apa kegunaan lumpang situs jaka tarub sebenarnya?

untuk menuju situs ini diharapkan melalui rute jogja- playen -paliyan - giring. dan situs ini sendiri berada tepat di samping SD giring. dan halamanm situsnya telah diberi cungkup dan dipagari... dan ta jauh dari situs ini berada terdapat sebuah situs purbakala lagi yang warga sekitar menyebutnya dengan nama candi giring. yang berupa sisa komponen stupa dan juga batu candi

pintu gerbang lumpang jaka tarub

dan inilah rute situs candi di kec playen dan paliyan:



NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu selalu.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Selasa, 21 Desember 2010 |

candi giring

candi giring berada di dusun giring, desa sodo, paliyan, kab. gunung kidul DIY. candi ini hanya menyisakan beberapa puncak stupa, umpak dan beberapa batu candi. yang lebih unik lagi candi ini menyerupai sebuah makam. yang memang warga sekitar sendiri kebanyakan menyebut makam sebagai candi.

sebuah umpak dan 2 buah patoh didalam areal candi

daerah giring sendiri sangat terkenal dengan sosok kyai giring atau yang lebih dikenal dengan nama Kyai Ageng Wonomenggolo, putra Majapahit Prabu Brawijaya IV. mengenai kejelasan cerita rakyat yang berkembang disana. dan mengenai candinya sendiri kurang jelas asal usulnya. warga sekitar sendiri taunya candi giring tersebut adalah sebuah areal keramat yang masih sering digunakan warga sekitar dan para pendatang/penjiarah untuk berdoa ataupun mencari wangsit.

umpak candi giring

di lingkungan candi terdapat beberapa stupa, umpak, batu candi dan beberapa ptok yang disinyalir seperti sebuah patok makam. mengenai bentuk sesungguknya candi ini kurang bisa dipastikan, sebab beberapa sumber juga tak mengetahui secara pasti bentuk sesungguhnya candi ini.

stupa candi giring

mengenai bentuk stupa yang berada disana dipastikan candi ini beragama budha. dan mengenai mengapa banyak bekas batu bulat yang disinyalir bentuk komponen stupa, kemungkinan candi ini dahulu besar atau malah stupa2 tersebut hanya di gunakan sebagai komponen sebuah pendopo atau bangunan lainnya.

candi giring

candi giring sendiri bentuknya seperti sebuah makam kyai besar karna patok yang bentuknya mirip patok makam tersebut dibungkus oleh kain kafan putih dan penyanggah kayunya sendiri sudah lapuk dimakan waktu. membut misteri sesungguhny candi ini begitu jadi sebuah misteri.

candi ini hanya berjarak sekitar 200 meter dari sebuah kumpulan batu-batu kuno yang disebut warga sekitar sebagai petilasan giring. dan untuk lebih gampang menuju situs di dusun giring tersebut ikuti peta dibawah ini, sebab jalan di gunung kidul begitu rumit.

peta situs playen dan paliyan


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu selalu.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Senin, 06 Desember 2010 |

situs gondang

situs megalitik gondang

situs gondang berada di dusun gondang, desa ngawis, karangmojo, gunung kidul yang letaknya 8 km dari arah wonosari. dan berjarak tidak terlalu jauh dari situs sokoliman.

kubur batu situs gondang

Penggalian terhadap situs ini pernah dilakukan pihak Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala DIY pada tanggal 10-14 Januari 1996. Berdasarkan penggalian, susunan batu yang ditemukan di sana dinyatakan bukan sebagai kubur batu. Akan tetapi susunan batu tersebut adalah hasil buatan manusia yang kemungkinan besar dimaksudkan sebagai talud agar tanah tidak mengalami kelongsoran di musim penghujan (situs ini berdiri di atas tanah yang berposisi miring karena memang berada pada perbukitan). Temuan sertaan lain seperti genteng dan arang bambu menandakan bahwa kompleks situs ini telah teraduk oleh aktivitas manusia sekarang. Di samping itu, batuan yang ditemukan di situs Gondang tidak menampakkan takikan seperti halnya takikan pada kubur peti batu seperti yang banyak ditemukan di sekitar wilayah ini.


beberapa batu candi dan megalitik berada di situs gondang


di halaman situs gondang ini selain terdapat 4 buah kubur batu, terdapat juga beberapa batu candi, menhir dan beberapa batu megalitik yang ditemukan warga disekitaran dusun gondang dan dikumpulkan oleh warga dan disimpan di halaman situs gondang. menurut penuturan warga sekitar ... saat pengumpulan batu-batu kuno tersebut sedang berjalan... kira-kira batu candi yang ditemukan oleh warga hampir memenuhi sebuah truk apabila semua batu yang ditemukan di masukan ke dalam truk.. sangking banyaknya batu candi yang tercecer di beberapa sudut dusun ini berada.

menhir situs gondang

ternyata selain peradapan megalitik yang berkembang di dusun gondang ini pada masa lalau, ternyata terdapat juga potongan kaki arca yang mengidentifikasikan bahwa masa klasih telah tumbuh di dusun ini beberapa abad yang lalu. namun kurang jelas peradaban apa yang masuk diwilayah tersebut.

sisa kaki sebuah arca

untuk menuju situs ini jalan tergampang ialah dengan menyusuri jalan desa ngawis.. dan ikuti jalan yang kehalusan jalannya tersebut kurang bagus tersebut nanti bakalan menemukan plang menuju situs gondang di beberapa tempat... dan jangan malu untuk bertanya pada warga sekitar sebab jalanan dusun di gunung kidul terkenal begitu rumit bagi orang diluar gunung kidul..


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..

selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Minggu, 05 September 2010 |

Candi Risan

candi Risan merupakan satu-satunya candi yang paling besar dan paling komplit artefak batu-batunya. yang lainnya paling hanya menyisakan reruntuhan dan beberapa komponen candinya saja. Bentuk asli dari candi berukuran 13x13 meter ini sudah tidak nampak lagi. Yang tertinggal hanyalah tumpukan batu-batuan yang berserakan di sekitar bangunan. candi risan sendiri dipercaya sebagai bekas saksi sejarah pelarian majapahit dari tanah jogja dan bersembunyi di gunung kidul ini.

nyariwatu ke candi Risan

candi risan merupakan sebuah candi Budha yang dipercaya telah ada sejak abad ke-3. Candi Risan pada 1982 baru diakui Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) DIY karena sebelumnya masih di atas tanah hak milik warga. ada beberapa komponen candi yang berada di candi ini, seperti ratna, makara, artefik dan beberapa batu berukir. namun sayangnya hampir semua batunya telah aus dan susah dikenali secara rinci bentuknya. Konon, nama Risan diambil dari singkatan irisan atau perbatasan wilayah, yaitu bermakna sebagai batas dua Kerajaan yang menguasai wilayah ini yaitu kerajaan Surakarta dan Yogyakarta.
ukiran batu Situs candi Risan

komponen candi Risan 

di samping reruntuhan candi risan terdapat sebuah reruntuhan batu candi persegi empat. yang bila di lihat dari atas seperti sebuah banguanan, kemungkinan bagunanan tersebut di bangun sebagi pendopo untuk para biksu-biksu berdoa.  
 ukiran batu candi Risan

 Ukiran batu Candi Risan

Ukiran batu Candi Risan

di halaman candi terdapat 2 buah makara yang bentuknya sudah sama-sama aus. kemungkinan biasanya berada di pintu masuk candi. candi risan sendiri pintu masuknya mengarah menuju ke barat.

makara yang sudah auh batu-batunya


Candi Risan hanya memiliki satu arca, yang yang bernama Awalukitiswara, yang sempat dicuri pada Juli 1984 dan ditemukan di Singapura sembilan bulan kemudian . Arca tersebut kini disimpan di Kantor Badan Pelestari Peninggalan Purbakala, DIY. dan mengenai arca yang kini berada di komplekas candi ini, arca asli atau arca tiruan yang bentuknya sama dengan arca ayang pernah ditemukan di candi tersebut.

arca yang berada di candi risan

ada mitos yang merebak di sekitar situs candi ini yaitu, apabila ada burung yang sedang terbang di atas reruntuhan candi, burung itu pasti jatuh. Ada cerita pula ketika salah satu keluarga yang sedang mengadakan sebuah hajatan dan keluarga tersebut memakai salah satu batu candi untuk tungku rebus air namun anehnya airnya tidak bisa mendidih.

candi Risan

candi risan sendiri berada di dusun candirejo, desa risan, semin gunung kidul, jogjakarta. jalan menuju candi ini teramat membingungi bagi anda yang bukan asli gunung kidul. sebab gunung kidul terkenal dengan kota yang memiliki dataran tinggi dan berbukit. 1 desa ke desa lainnya jaraknya bisa 1 kiloan. dan intinya apabila anda kesini diharapkan tidak sorehari, sebab gunung kidul kalo malam sangat sepi. dan juga gemer-gemar bertanya pada warga sekitar tentang keberadaan lokasi yang ingin kita kunjungi.



NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis jaman..

Selamat Kelayapan..


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 19 Agustus 2010 |

situs wiladeg

situs wiladeg berada di desa wiladeg, kecamatan karangmojo, gunung kidul, jogjakarta. situs ini sendiri terdiri dari sebuah arca nandi, komponen candi dan beberapa artefak.

kawasan situs wiladeg

situs wiladeg sendiri mempunyai keunikan yaitu arca nandinya terlihat agak kurus dan agak menyerupai hewan lain (45u). keberadaan nandi ini juga tergolong terawat, sebab arca tersebut telah dibuatkan rumah-rumahan, sebagi penanda bahwa warga sekitar situs teramat menghormati peninggalan nenek moyang. keadaan nandinyapun masih cukup baik, bagian kepalanya masih utuh, tidak seperti nandi-nandi lainny yang bagian kepalanya telah melayang entah kemana.

arca nandi situs wiladeg

tidak jauh dari arca nandi wiladeg, terdapat 2 kamar mandi umum yang di bedakan jenisnya, perempuan dan wanita di pisahkan. dan di situs wiladeg inipun terdapat beberapa kolam mata air, dan di salah satu mata air tersebut terdapat reruntuhan komponen batu candi yang masih tersisa. dan kemungkinan komponen batu candi lainnya masih terkubur di dalam tanah, atau malah telah dijadikan sebagai bahan bangaunan warga yang kurangnya memahami arti melestarikan sejarah bangsa.

sebuah kolam yang di percaya masih menyimpan batu candi yang masih tersisa

arah untuk menuju ke desa wiladeg ini agak terlampau rumit bagi orang yang bukan asli kota gunung kidul tersebut. dan di himbau bagi pembaca yang hendak menuju ke situs ini jangan sungkan-sungkan untuk bertanya. sebab jarak desa antar desa di gunung kidul itu jaraknya bisa sangat berjauhan.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

situs sumur gedhe

Sumur Gedhe lebarnya sekitar 4x4meteran, merupakan petirtaan kuno yang didesain sebagai tempat mengambil air, mandi, mencuci, memberi minum binatang piaraan dan sebagainya. Sumur ini berusia sama dengan kubur batu yang digunakan oleh manusia Sokoliman Purba. Di sekitar Sumur Gedhe ini dahulu terdapat beberapa Watu Lesung yaitu batu yang berwujud mirip lesung, yang biasa digunakan untuk tempat minum lembu, kambing atau kuda. Kompleks ini belum ditetapkan sebagai situs dan belum terawat dengan baik, padahal justru kompleks ini yang menurut hemat penulis paling menarik sebagai tempat wisata.

situs sumur gedhe

ga jauh dari sumur ini ada sebuah Padupan atau Watu Jeli di sudut Sumur Gedhe sebagai tempat pemujaan. Kini dihuni oleh manuk gemak atau burung puyuh, sehingga dikenal dengan nama omah gemak.

Padupan atau Watu Jeli


D19 sebagai kode bahwa batu ini dilindungi


situs ini sendiri berada sekitar 500 meter dari situs sokoliman. yang secara tata letak berada di dusun sokoliman, desa bejiharjo, kecamatan karangmojo, gunung kidul, jogjakarta.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

situs jati ayu

tak banyak informasi yang dapat diserap terkaiat keberadaan situs cadi di di situs Jati ayu ini. namun dari penuturan beberapa warga, di sekitar pemandian umum ini dahulu pernah ditemukkan beerapa komponen batu candi.

pemandian umum ini yang di sebut sebagai situs jati ayu


di samping sebuah pemandian umum tersebut terdapat sebuah mata air yang di kanannya terdapat sebuah pondasi bangunan, di situs ini dahulu ditemuakan sebuah komponen sebuah arca. yang kini arca tersebut telah diamankan oleh pihak BP3 jogjakarta.

batu putih yang tersusun di situ jati ayu

ta jauh dari pemandian umum tersebut terdapat sebuah lahan kosong yang menurut warga sebagai sebuah candi. namun yang terlihat hanya beberapa batu besar yang banyak di tumbuhi bekas bakaran dupa. dan menurut seorang warga di sini merupakan tempat pesugihan bagi mereka yang menyembah nyi roro kidul, bagi mereka yang ingin berdoa secar langsung, bisa melalui batu tersebut. biasanya hari-hari yang di sucikan seperti malam 1 suro, malam jum'at dan beberapa tanggalan jawa yang di kramatkan, biasanya banyak orang yang berdoa disini.

batu yang sering di sebut sebagai candi oleh warga


bekas rumah orang bandung yang kini jadi tempat pesugihan nyi roro kidul


Situs Jati Ayu sendiri berada di desa jati ayu, kecamatan karangmojo, gunung kidul, DIY. dan akses menuju kesini lumayan gampang, apabila anda sudah berada di desa jati ayu karangmojo, tanya saja dimana candi 5 pasti semua orang tersebut sudah tau.

Ingat jangan salah mengucap, karna di desa ini ada istilah candi 5, 1 dan 9.. dan kayaknya semuanya bekas candi/ malah sebuah kijing

Ternyata setelah sekian lama mengira-ngira bentuk situs ini sepereti apa, salah satu rekan saya dari Bol Brutu (komunitas jelajah sejarah) berhasil menemukkan keberadaannya. berada di lingkungan makan dekan dusun ini, ternyata dua buah Yoni masih dapat ditemukkan disitus ini.

Yoni situs Jatiayu/nglemuru (courtesy Cuk Riomanda Bol Brutu)


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah terkikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Rabu, 18 Agustus 2010 |

situs gunung bang

situs gunung bang merupakan sebuah situs megalitik yang masih tersisa di daerah karangmojo gunung kidul, selain situs sokoliman dan situs gondang. namun sayangnya nasib situs ini ta semujur keduanya. situs ini berada di are terbuka dan terkesan seperti batu-batu yang berserakan di pembuanagn sampah. situs ini memang memprihatinkan. ta mempunyai pagar, ta ada penjaga yang merawat situs. jadi ketika seseorang hendak menuju situs ini mereka akan heran dimana situs ini berada, sebab warga sekitar saja taunya ini merupakan sebuah kuburan.

batu-batu megalitik gunung bang


kondisi yang memprihatinkan di situs gunung bang


memprihatinkan memang nasib situs ini. walaupun bagaimana, situs ini perlu dilestarikan, dan dijaga. situs ini berupa batu-batu megalitik yang tercecer beberapa bagian, ada di kiri jalan dan di kanan jalan. bentuknya seperti seebuah kubur batu jaman batu.

batu megalitik gunung bang


nomer invertaris (D7) sebagai tanda batu ini bersejarah


untuk menuju situs ini di anjurkan untuk bertanya dan menanyakan dimana letak kubur budha. sebab kebanyak warga sekitar ta mengetahui nama situs gunung bang. dan dianjurkan lagi untuk tidak menanyakan nama candi oleh warga sekitar sebab yang mereka tahu, candi itu kijing, dan candi yang kita maksut itu bagi mereka bermaksud batu purbakala.

situs gunung bang sendiri berjarak sekitar 3 kiloan dari situs sokoliman, atau berada di desa bejiharjo, karangmojo, gunung kidul, jogjakarta


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman..


selamat kelayapan..
salam budaya, salam nyariwatu slalu..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO