Kamis, 24 Mei 2012 |

Candi Selogriyo


Candi Selagriyo terletak di Dusun Campurrejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah, Indonesia. Candi purbakala peninggalan masa kejayaan kerajaan Hindu ini diperkirakan sezaman dengan candi-candi yang terdapat di daerah Kedu dan dataran tinggi Dieng, yaitu dibangun sekitar abad 8 M oleh wangsa Sanjaya. Candi ini memiliki ketinggian kurang lebih 648 m di atas permukaan laut (dpl), dengan jarak sekitar 24 km dari Candi Borobudur ke arah barat laut. 

candi selogriyo jaman dulu (dokumentasi... 1930)

candi selogriyo masa kini

Candi ini ditemukan pertama kali pada tahun 1835 oleh Hartman, Residen Magelang pada masa penjajahan Belanda. Ada beberapa literatur kuno yang menyebut candi ini denganberbagai nama antara lain ialah: Selagria, Selagriija. Ketika ditemukan, kondisi candi dalam keadaan porak poranda dan banyak batu bagian candi yang hilang. Atas inisiatif Hartman, dibentuklah tim yang bertugas untuk menyusun kembali sisa-sisa bagian candi yang berserakan tersebut. Candi yang terletak di kaki Bukit Sukorini dan Bukit Giyanti, lereng timur Gunung Sumbing ini terpencil dari pemukiman penduduk dan tersembunyi di antara perbukitan. Hal ini mengindikasikan bahwa candi ini dibangun sebagai tempat pemujaan para pendeta Hindu yang pada saat itu lebih memilih tinggal di tempat terpencil.


arca durga

 arca ganesa

arca agastya

arca?

arca mahakala

 Denah bangunannya berbentuk palang dengan ukuran 5,2 m x 5,2 m dan tinggi 4,9 m. Di dalam candi hanya terdapat sebuah bilik yang sudah kosong. Diperkirakan, bilik ini dulunya adalah tempat lingga atau yoni, simbol dari Syiwa Mahadewa. Di keempat dinding candi terdapat relung-relung di mana arca-arca perwujudan dewa ditempatkan. Di relung, utara barat dan selatan dari tubuh candi yang Durga terlihat, Ganesa dan Agastya.  


batu komponen di candi selogriyo

Dilihat dari letaknya yang berada di kaki bukit dan dekat dengan sumber mata air dan sungai, Candi Selagriyo dianggap sebagai representasi nilai-nilai yang berkembang dalam agama Hindu. Dalam ajaran Hindu, berkembang keyakinan bahwa para dewa bersemayam di tempat-tempat yang tinggi. Sementara air adalah lambang kesuburan dan kesucian. Berdasarkan alasan tersebut, setiap pemugaran yang dilakukan untuk membenahi bangunan candi selalu berusaha untuk tidak merubah letak candi. Sebab, jika candi dipindahkan ke lokasi lain, maka makna spiritualnya akan hilang.

 komponen arca yang tergeletak di luar bangunan candi

Akses menuju ke candi selogriyo ialah Dari Kota Magelang menuju lokasi Candi Selagriyo kurang lebih 15 km, yang dapat ditempuh lewat kota Kecamatan Bandongan atau lewat Windusari. Dari jalan utama Windusari-Bandongan di Desa Kembangkuning, candi ini sejauh sekitar 3 km. Dari Desa Kembangkuning, perjalanan menuju candi ini hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. Namun, perjalanan sepanjang 3 km tersebut sepertinya tidak akan terlalu melelahkan, karena pengunjung akan dihibur dengan indahnya pemandangan alam pegunungan

tidak perlu dicontoh


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang saat ini masih tersisa. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman.


selamat kelayapan...
salam budaya, salam nyariwatu selalu.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO

1 komentar:

Julian Setyawan mengatakan...

Keren mas postingannya salam nyariwatu

Posting Komentar

bangs yang bijak adalah bangsa yang hebat mengkritik dan mengapresiasi... mari di komentar?