Rabu, 28 Maret 2012 |

candi wulan

Candi Wulan merupakan tinggalan arkeologis yang berada di kecamatan kalibawang, kabupaten Magelang, jawa tengah. situs ini kini hanya menyisakan 3 buah komponen keagamaan yang berasal dari jaman mataram kuno terdahulu, tepatnya sekitar abad ke-9.


Candi Wulan


3 peninggalan sisa candi wulan

3 buah komponen bangunan purbakala tersebut antara lain ialah bangunan Yoni, Arca Durhamahessa Suramardhini dan sebuah Lingga Semu. keberadaan 3 bangunan purbakala ini menandakan pada beberapa abad yang lalu di sekitar lokasi situs ini berada tumbuh penduduk yang menganut agama hindu kuno yang hidup berdampingan dengan alam.
yoni


Arca Durhamahessa Suramardhini


lingga semu

3 peninggalan di dataran tinggi kalibawang terdapat di sebuah lahan berpagar yang berada di dekat kantor kecamatan Kalibawang di desa banjaroya. sebelumnya lingga yoni tersebut ditemukan di dusun banjaran dan oleh warga sekitar ditempatkan dilokasi yang lebh aman yaitu di halaman kantor kecamatan.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah terkikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 09 Maret 2012 |

Menelusuri Sisa Bangunan Candi Banon di Daerah Tempuran


Magelang memang terkenal dengan adanya banyak peninggalan bangunan candi, namun tidak sedikit bangunan candi yang kini kondisinya mengkhawatirkan. Di daerah tempuran terdapat sisa bangunan candi yang terbuat dari bahan batu bata, namun saat ini kondisinya mengkhawatirkan. Candi yang terbuat dari bahan batu bata atau yang sering disebut dengan nama Candi Banon merupakan salah satu peninggalan masa klasik yng sering ditemukan di kabupaten magelang.

Tercatat di beberapa sudut wilayah Kabupaten Magelang terdapat peninggalan bangunan candi yang terbuat dari bahan batu bata. Wilayah Tempuran, Secang, Mungkid hingga Borobudur adalah beberapa wilayah di Kabupaten Magelang yang mempunyai peninggalan bangunan Candi Banon.

Tempuran merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Magelang yang terkenal dengan sental pembuatan batu bata, baik itu pembuatan genteng batu bata bangunan ataupun beberapa kerajinan yang terbuat dari bahan tanah liat.

Kecamatan Tempuran terdapat 5 peninggalan Bangunan Candi Yaitu di Desa Ringinanom, Sumberarum dan Tempurejo hampir semua bangunan candi yang tersisa itu kini kondisinya sungguh memprihatinkan.

Candi Dimajar berada di Dusun Dimajar, Desa Sumberarum, Tempuran komponen bangunan candi berupa sisa batu bata kuno dengan sebuah yoni berada di seitar lingkungan masjid. Batu bata kuno berukuran besar banyak berserakan di sekitar masjid ada yang ditumpukan sampak, belakang masjid hingga digunakan warga sebagai pondasi bangunan rumah.

H. Wahab dengan yoni di situs dimajar



H. Wahab selaku tamir masjid Al-Barokah mengungkapkan bahwa batu-batu candi sudah ada sejak dulu dan memang kondisinya sudah berserakan. “batu candi ini dulu memang banyak namun banyak warga yang menjual batu batanya karena mereka pikir itu hanya batu bata biasa” jelasnya yang ditemui wartawan kemarin.

Candi Dimajar merupakan sebuah bangunan candi banon yang menganut agama Hindu, terlihat dari adanya komponen bangunan yoni yang merupakan perlambangan kesubura yang bisa dijadikan sebagai media keagamaan umat Hindu Shiwa.

“Batu umpak (Yoni, red) itu memang dari dulu berada di situ (diluar masjid, red) sebab dahulu pernah dijadikan sebagai umpak masjid, namun setelah direnovasi masjidnya batu itu ditaruh di luar. Pihak purbakala pernah mau mengambil batu tersebut, namun ditolak warga karena itu asset masjid ini jadi tidak boleh diambil apalagi dijual belikan” cetusnya.

Lain lagi nasib Candi Samberan yang berada di Dusun Samberan, Desa ringinanom, Tempuran. Bangunan candi banon ini kini kondisinya mengkhawatirkan sebab komponen bangunan candi berada tepat disamping pembuatan batu bata.

Ahmad selaku warga Samberan menuturkan bahwa komponen bangunan candi sudah ditemukan sejak lama dan hingga kini bentuknya tidak berubah. “kita tidak berani mengambil komponen batu kuno tersebut sebab takut di ganggu penghuninya” jelas laki-laki paruh baya tersebut.



Bagian tubuh Candi Samberan



Candi Samberan dahulu pernah diketemukan bangunan yoni, namun saat ini bangunan tersebut sudah diamankan pihak purbakala. kondisi yang saat ini bisa dilihat dilokasi ialah sebuah bangunan candi yang hanya terlihat setengah bagian badan bangunannya saja.

Lain halnya dengan nasib Candi Bowongan yang hanya berjarak 1 KM dari Candi Samberan tepatnya di Dusun Bowongan, Desa Ringinanom, Tempuran, Magelang kondisinya lebih mengkhawatirkan sebab candi ini benar-benar tepat berada di areal pengrajin batu bata.



Yoni Candi Bowongan

Warga sekitar sebenarnya tau bahwa lokasi tempat mereka mengambil tanah liat tersebut terdapat bangunan candi, namun hampir semua dari mereka tidak terlalu memperdulikan.

“kita disini memang tau bahwa disitu ada batu bata kuno bekas candinya namun kami tidak akan menghancurkannya. Bila ada pengrajin batu bata menggali dan menemukan batu bata kuno didalamnya, kita tidak akan meneruakan menggali dan akan mencari lubang galian lainnya” teras warga bowongan yang tidak mau disebuatkan namanya tersebut.

Candi Bowongan adalah sisa bangunan candi banon yang menganut agama hindu, hal tersebut terlihat dari masih adanya bangunan yoni yang berjarak sekitar 50 meter dari dari bangunan candi. Keberadaan yoni tersebut juga tidak kalah mengkhawatirkan sebab tepat berada di samping kandang ayam, jelas hal tersebut sanat disayangkan karena yoni merupakan bangunan suci pada masa klasik.

Candi banon di tempuran memang hampir semuanya kini kondisinya mengkhawatirkan. 2 dari 5 bangunan candi banon ditempuran kini kondisinya sudah tidak bisa terlacak lagi, bangunan candi di tempuran yang saat ini sudah hilang ialah situs candi di dusun candi, desa ringinanom dan Candi Tempurejo di Dusun Samirejo II, Tempurejo, tempuran, Magelang


Bekas lokasi penemuan Candi Tempurejo


Candi Tempurejo ditemukan pada tahun 2002 di sebuah lokasi kebun bamboo, setelah ditemukan banyak warga, wartawan hingga arkeolog yang dating mengunjungi situs ini. Tepat 10 tahun setelah penemuan situs ini kini kondisinya benar-benar tidak tersisa sama sekali, hanya beberapa batu bata berukuran besar yang berada di pinggir jalan dan di halaman rumah warga.
(Nikko auglandy/Radar Solo @ 2012)



NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah terkikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Kamis, 19 Januari 2012 |

Situs Stupa Glagah

Situs Glagah berada di Dusun Glagah, Desa Sidorejo, Kecamatan Temon, Kulonprogo, DIY. situs ini merupakan sebuah situs purbakala yang memiliki corak berupa sisa bangunan stupa tunggal diatas sebuah umpak. menengok dari peninggalan yang ada di situs ini, besar kemungkinan areal situs ini dijadikan sebagai lokasi peribadatan umat budha pada abad ke 9 dahulu kala

Istriku dengan Situs Stupa Glagah

Saat diadakan penggalian pada tahun 1990 yang lalu, di sekitar situs ini di temukan stupa yang berukuran besar ini.  dan juga dua buak struktur pondas berukuran 4m x 4 m yang terbuat dari batu kali kemungkinan sebuah pondasi stupa ini. Struktur kedua ternyata ditemukan di lokasi yang lebih jauh ke barat dari penemuan pertama. di lokasi tersebut ditemukan dinding bata,d an terdapat beberapa batu berelief, bunga dan sulur-sulur berornamen. yang kemungkinan satu komponen dengan bangunan Stupa.

sebenarnya situs ini sudah lama diketahui keberadananya.sebelumnya peneliti dari badan arkeologi Yogyakarta, Goenadi Nitihaminoto pada 1976 menemukan sebuah perunggu kecil di Desa ini. arca perunggu ini besupa sesosok laki-laki berdiri memegang wajra di satu tangan dan bunga teratai di sisi lain.

Komponen peninggalan situs Glagah

Dalam buku Daftar peninggalan benda purbakala DIY tahun 1985 disitu tertulis tiga buah yoni dan dua lingga ditemukan di dekat desa Karangwuluh. yang tidak jauh dari desa Glagah. itu artintina di selatan Kulon progo dahulu kala terdapat beberapa titik peninggal bangunan candi ataupun situs purbakala yang memiliki corak hindu ataupun Budha.
Stupa Glagah berada di pekarangan milik penduduk setempat. Stupa terbuat dari batu andesit. Demikian pula batu lapik atau alas dari stupa tersebut. Tinggi stupa sekitar 180 Cm, diameter stupa kira-kira 50 Cm, dan batu alas atau lapik stupa berukuran sekitar panjang 70 Cm, lebar 70 Cm, dan tinggi sekitar 70 Cm. Di sisi stupa tersebut juga terdapat batuan lain dengan beberapa ukuran yang diduga merupakan bagian dari peninggalan kuno seperti stupa yang berada di lokasi.


NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah dikikis jaman..


Selamat Kelayapan..

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Jumat, 09 Desember 2011 |

Situs Candi Secang

Situs Candi Secang yng memiliki nama lain yaitu Situs Candi Talun, Candisari, Canditalun, Gomblang atupun Gumbulan berada di Dusun Candi,  desa Candisari, kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

yoni kedua


yoni ketiga

situs ini berada di sebuah gundukan tanah kecil di tengah dusun. di sekitar dusun banyak ditemui sisa batu bata kuno berukuran besar yang banyak ditemui di beberapa sudut dusun candi. 3 buah yoni juga terdapat di dalamnya. 3 yoni berukuran jenis ini dalam kondisi masih baik,namun saat ini beberapa komponen candi ada yang sedikit rusak.

kemuncak

di situs ini juga terdapat sebuah bangunan panjang yang berbentuk seperti yoni dengan panjang 177cm, tinggi 68cm lingkar besar dan  7cm. yang bentuknya seperti yoni namun tidak memiliki lubang lingga. warga sekitar menyebutnya dengan nama watu meja atau meja batu kuno


batu bata kuno

NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang saat ini masih tersisa. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita yang lambat laun bisa punah dikikis jaman.


selamat kelayapan...
salam budaya, salam nyariwatu selalu.

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO
Rabu, 07 Desember 2011 |

UGM Cabang Magelang

Bila berbicara tentang dunia pendidikan terutama bila membahas sebuah kampus, tentunya kampus UGM adalah salah satu tujuan utama pelajar yang hendak meneruskan dunia kependidikannya.


sisa bangunan ex UGM cabang magelang

Kota Magelang pernah terbangun sebuah cabang dari kampus UGM. kampus UGM cabang Magelang berada di lingkungan Kresidenan Kedu. Saat ini kondisi dari bangunan tersebut sudah tidak digunakan lagi, hanya terdapat sebuah monument yang menjadi sebuah perlambangan akan kebenaran dari kampus UGM yang pernah ada di kota magelang.
monumen EX UGM cabang Magelang

kisah sejarah UGM cabang magelang, bermula dari perguruan tinggi Magelang (PTM) yang didirikan oleh yayasan perguruan tinggi pada september 1963. Melalui SK Menteri PTIP (Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan) No. 181/1964 tertanggal 18 Desember 1964, PTM berubah status menjadi perguruan tinggi negeri. Perubahan status ini diumumkan oleh Menteri PTIP Brigdjen dr. Sjarif Thayeb pada 19 Desember 1964, bersamaan dengan Dies Natalis UGM.



prasasti pengesahan monumen

PTM akhirnya berganti nama menjadi UGM cabang Magelangdengan adanya beberapa fakultas yaitu fakultas hukum, tehnik dan ekonomi. perjalanan UGM di magelang akhirnya terhenti pada tahun 1978, diawali dengan kesulitannya mendatangkan dosen UGM yang dialami FT. akhirnya FT UGM cabang Magelang dipindahkan ke UGM pusat di jogjakarta.
lingga yoni

Selama masa kependidikannuya, kampus UGM cabang magelang telag mendapatkan sekitar 1855 mahasiswa yang pernah menjalani kependidikannya idkampus ini. hal tersebut bukas suatu yang sitimewa mengingat kampus UGM di Magelang berperan mejadi lokasi kependidikan ternama di kawasan jawa tengah.


Yoni situs UGM cabang Magelang

sebagai penanda bahwa kampus UGM pernah menjadi pusat pendidikan di kota magelang, tidak jauh dari lokasi bekas kampus terdapat sebuah monumen yang diresmikan pada tanggal 14 april 2007



NB : dengan anda mengunjungi situs cagar budaya dan sejarah bangsa ini, secara tidak langsung anda telah melestarikan saksi sejarah bangsa yang masih tersisa.. dan jangan biarkan batu-batu kuno tersebut hanya dijadikan sebagai dongeng masa kecil kita, yang lambat laun tentu saja akan punah terkikis jaman..


Selamat Kelayapan..


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO